Kerjasama dengan Korea, BRSPDSN Wyata Guna Adakan Pelatihan Barista

BANDUNG – SUARAJABARSATU.COM | Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netra (BRSPDSN) Wyata Guna bekerja sama dengan Siloam Center for the Blind of Korea mengadakan pelatihan barista bagi penyandang tunanetra. Penandatangan kerja sama dilakukan oleh Kepala BRSPDSN, Sudarsono dan Sekretaris Siloam Center for the Blind of Korea, Dongic Choi di Gedung Kantor Wyata Guna, Jalan Pajajaran nomo 52, Pasir Kaliki, Kota Bandung, Rabu, (13/3/2019).

Selama empat bulan ke depan, sebanyak enam penyandang disabilitas akan dibimbing mempelajari ilmu meramu kopi dan ditargetkan mampu diserap sebagai tenaga kerja sebagai barista.

Sudarsono mengatakan, BRSPDSN Wyata Guna merupakan yang pertama melaksanakan kegiatan ini di Indonesia. kerja sama ini bertujuan meningkatkan keterampilan penyandang tunanetra, khususnya di bidang keprofesian.

“Ini salah satu upaya untuk meningkatkan life skill mereka. Siloam pun sudah melaksanakan pelatihan ini di negara lain dan berhasil,” tuturnya.

Dia menjelaskan, peserta akan melakukan pelatihan selama empat bulan ke depan melalui instruktur yang sebelumnya telah dibimbing oleh barista dari Negeri Ginseng. Setelah itu, para peserta akan diberi pembelakan mengenai manejemen bisnis barista. “Hasil akhirnya, nantinya mereka akan mewarnai dan ada di kafe-kafe yang ada di Bandung sebagai barista,” imbuhnya.

Sudarsono pun optimis para peserta mampu mengikuti pelatihan dengan baik. Meskipun penyandang tunanetra, program ini telah berhasil di beberapa negara. “Awalnya mungkin terlihat sulit, namun sudah ada bukti bahwa mereka pun bisa,” tambahnya.

Dia pun menerangkan, peserta yang berpartisipasi dalam pelatihan tersebut adalah penyandang tunaneta kategori low vision, atau penerunan penglihatan. “Ini momentum luar biasa. Peserta akan dilatih langsung oleh ahlinya, dengan alat-alat yang telah sesuai standar. Saya harap pelatihan tersebut mampu meningkatkan minat dan bakat para peserta,” ucapnya.

Salah satu peserta, Zaelani mengatakan sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Selain mendapatkan keterampilan baru, dia pun dapat belajar langsung dari ahlinya. “Pelatihan barista itu kan enggak murah, jadi bersyukur bisa ikut kegiatan ini, semoga nanti bisa juga belajar langsung ke Korea,” tuturnya./Hdr.-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *