Sosok Haji Kimang

Depok, Suarajabarsatu.Com – Haji Kimang adalah seorang anggota organisasi Pejuang Siliwangi Indonesia yang duduk diposisi Dewan Kehormatan. Pria dengan sosok sederhana namun bersahaja ini bermukim di wilayah Beji Depok Jawa Barat. Sikapnya yang selalu ramah dan sederhana membuat orang banyak yang bersimpati dan hormat padanya. Pada suatu kesempatan Suarajabarsatu.Com mengajak Haji Kimang berkeliling di wilayah Kota Depok sambil sesekali beliau bercerita tentang berbagai hal. Dengan antusias beliau juga bercerita tentang pengalaman hidupnya selama ini.

Awal karirnya tahun 1964 Haji Kimang diterima di Pusat Pendidikan Polisi Militer (Pusdikpom) Cimahi Bandung. Setelah itu beliau ditugaskan di Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) selama 4 tahun. Kemudian pada waktu itu tokoh militer RI Mayjen Ibnu Sutowo yang mendapat tugas negara untuk mengembangkan pertambangan minyak negara Permina (kini menjadi pertamina), meminta kepada Pusdikpom agar anggota yang telah dimiliterisasi untuk ikut bertugas mengurus pertambangan minyak negara Permina. Haji Kimang sebagai salah satu anggota yang dipilih dan ditugaskan sebagai Pasukan Pengamanan Instansi (Pasmandin) yang ditempatkan di daerah Riau.

Beliau bertugas di Riau beberapa tahun dan selanjutnya bertugas di DKI Jakarta sampai dengan masa pensiunnya tahun 1994. Haji Kimang menikah tahun 1965 dan selama bertugas di Riau beberapa tahun beliau hidup terpisah dengan istri dan anak-anaknya yang tinggal di wilayah Beji Kota Depok. Kesejahteraan yang beliau dapatkan selama bekerja tergolong cukup untuk bisa hidup sederhana. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan menyekolahkan anak beliau hanya mengandalkan dari penghasilannya selama bekerja sebagai petugas Pasmandin. “Gaji seutuhnya saya berikan ke istri yang tinggal di Depok mengurus anak-anak dan saya pergi kembali ke Riau cukup dengan uang tunjangan lauk pauk seadanya yang saya miliki” ujarnya. “Pada saat saya mempunyai anak pertama yang lahir di Depok saya menggebu-gebu untuk menyekolahkan anak agar bisa sekolah sampai jenjang perguruan tinggi, agar kelak tidak mengalami pengalaman hidup susah seperti diri saya dulu..” tegasnya dengan semangat.

Haji Kimang dianugerahi enam orang anak, buah dari pernikahannya dengan istri pertamanya sebelum meninggalkan dirinya kembali kepada Sang Pencipta pada tahun 2012. Ke enam orang anaknya lahir dan besar di Kota Depok Jawa Barat. Anak pertamanya bernama Pradi Supriatna (kini menjabat sebagai Wakil Walikota Depok), anak kedua bernama Yanti (bekerja di Bandara Soekarno Hatta), anak ketiga Mina, anak ke empat Karmila, anak ke lima bernama Achmad (bekerja di Mercedes), anak ke enam Feri (bekerja di kantor Walikota Depok). Kemudian Haji Kimang menikahi istri keduanya yang bermukim di Pelabuhan Ratu Suka Bumi dan dianugerahi 2 orang anak perempuan. Anak pertama bernama Karlina (pernah memiliki prestasi Juara MTQ tingkat Sukabumi), anak kedua bernama Yulis (pernah memiliki prestasi Juara kedua MTQ tingkat 27 propinsi).

Kami melanjutkan pembicaraan tentang cerita sejarah perjuangan dimasa mudanya dulu. Beliau bercerita bahwa ayahnya adalah seorang pejuang yang berjuang untuk kemerdekaan Republik Indonesia sampai pada titik darah penghabisan. Beliau sangat sedih dan sekaligus bangga karena dia ditinggal ayahnya yang gugur dalam perjuangan ketika beliau masih bayi. Atas dasar itulah beliau bergabung dengan organisasi Pejuang Siliwangi Indonesia dan kini duduk sebagai dewan pembina. “Saya sangat dekat dengan bapak saya dan bapak saya adalah seorang pejuang tapi saya belum bisa dan belum sempat memberikan apa-apa. Maka saya meneruskan langkah perjuangannya dengan sebaik-baiknya sebagai pejuang” ungkapnya dengan semangat perjuangan.

Bicara soal kedekatannya dengan anggota keluarganya, Haji Kimang merasa sejauh ini cukup baik dan cukup dekat dengan anak-anaknya. “Kalo menurut saya apapun keadaannya kita harus menerima apa adanya” ujarnya. “Yang pasti saya mengajarkan anak-anak saya untuk hidup jujur” tegasnya. Ditambah lagi rumah anak-anaknya berdampingan dengan rumahnya dalam satu cluster.

Haji Kimang bersyukur dengan karir dan prestasi anak-anaknya. Menurutnya ini adalah berkah dari Tuhan kepada dirinya. “Walaupun saya hidup susah makan hanya kecap, garam dan jarang makan enak tapi anak-anak saya sekolahnya berhasil semua sampai tingkat sarjana” ujarnya. Dari ke semua anaknya yang dirasa paling menonjol saat ini adalah Pradi Supriatna, karena berhasil duduk sebagai orang nomor dua di Kota Depok sebagai Wakil Walikota Depok hingga saat ini. Sebelumnya pernah menjadi orang kepercayaan mengurus perusahaan perkebunan kelapa sawit di wilayah Kalimantan. Dan akhirnya masuk ke jalur politik, Pradi Supriatna masuk sebagai anggota partai Gerindra yang mengusungnya maju sebagi Wakil Walikota bersama Walikota Depok Mohammad Idris.

Setelah anak pertamanya menjadi pejabat di Kota Depok tentunya ada perubahan kehidupan sosial yang dirasakan oleh Haji Kimang di dalam keluarganya. Tentunya berkaitan dengan kesibukan anak pertamanya Pradi Supriatna dalam menjalankan tugasnya yang cukup sibuk mengurusi masyarakat Kota Depok serta kehadiran berbagai pengawal pribadi, Dishub, para tamu pejabat dan lai-lain. Namun Haji Kimang tetaplah sosok yang sederhana, dibenaknya beliau selalu merindukan suasana waktu dulu dimana beliau punya banyak waktu untuk bisa berkomunikasi dengan anak-anaknya apapun kesibukan karir anak-anaknya. “Kalo ditanya apakah saya bangga dengan semua ini ? Saya akan jawab saya lebih bersyurkur… tetapi saya tidak bangga… Karena rasa bangga adalah materi, tapi kalo bersyukur adalah keadaan” ujarnya.

Ditanya soal dukungannya untuk Pradi Supriatna untuk maju di ajang kontestasi pilkada selanjutnya. “Saya mendukung dan bangga” ujarnya. “Dan tetap bersyukur kepada Allah yang meridohi, karena jabatan dan pangkat adalah pemberian dari Allah. Kalo manusia mempunyai keinginan.. tapi sekedar ingin, tapi kalo Allah tidak meridohi maka tidak akan terjadi” tandasnya.

Keseharian Haji Kimang di rumahnya tidak ada kegiatan rutin khusus yang beliau lakukan. Terkadang ia ngobrol santai dengan para pengawal anaknya. Jika kebetulan ada tamu yang ingin ketemu dengan Pradi Supriatna, sesekali ia mengantarkan dan kemudian kebali ke aktifitasnya. Dalam usia tuanya beliau tidak ingin tanpa kegiatan sama sekali, karena akan sangat membosankan menjalani hari-hari. “Saya ini kan masih bisa bekerja.. apaan kek.. kalo dilibatkan saya dengan senang hati saya lakukan yang saya bisa.. saya tidak bisa disuruh duduk manis saja.. hehe..” ujarnya dengan penuh canda.

Untuk menghilangkan rasa jenuhnya terkadang beliau menemui para sahabat-sahabatnya di organisasi Pejuang Siliwangi Indonesia seperti Jatijajar Tapos, Beji, Sukmajaya. Beberapa kali beliau terlihat menghadiri undangan acara-acara penting di kegiatan organisasi Pejuang Siliwangi Indonesia. Falsafah hidup Pejuang Siliwangi Indonesia “Silih Asih Silih Asah Silih Asuh” sepertinya telah menyatu degan prinsip hidup Haji Kimang.

Bicara tentang falsafah hidup beliau menyatakan “dalam hidup manusia tidak ada yang mau hidup susah, jadi kebahagiaan itu harus kita cari. Seperti kita usaha, tanpa dicari tidak mungkin akan ketemu”, ujarnya. “Berjuang juga demikian.. harus ada pengorbanan, tanpa ada pengorbanan tidak akan berhasil..” tandasnya dengan senyum. Banyak falsafah hidup yang bisa kita pelajari dari seorang Haji Kimang. Dalam menjalani hidupnya ia selalu menampilkan kesederhanaan dan kemandirian. Dia tidak memperlihatkan sikap sombong kepada siapapun walaupun hidupnya kini berkecukupan. “Saya tidak mau memperlihatkan taring saya sebelum ada mangsa hahah..” ujarnya berkelakar.

Profile Haji Kimang dikenal di masyarakat luas sebagai sosok yang sederhana, ramah, jujur, dan mandiri. “Pokoknya apa yang saya terima itu sudah rejeki saya, selain dari rejeki saya… saya tidak mau..” tegasnya. “Ada istilah mengatakan itu haram dinyatakan halal.. ini yang salah..” ujarnya. “Halal ya halal.. haram ya haram… Jangan yang haram dinyatakan halal..” tambahnya lagi. “Seperti sekarang maraknya kasus korupsi.. duit rakyat diselewengkan.. ini sesuatu yang salah besar di negeri ini..” ujar anak seorang pejuang BKR ini.

Dalam mendidik anak-anaknya Haji Kimang selalu menekankan nilai-nilai kejujuran. Dulu almarhum istrinya juga pernah berpesan kepada Pradi Supriatna “Nanti apabila jadi atau tidak jadi menjabat sebagai Wakil Walikota Depok, janganlah membeda-bedakan manusia.. baik itu kaya maupun miskin.. sama rasa sama rata..” ujarnya.

Dalam kesempatan itu Haji Kimang mengutarakan harapannya kepada seluruh warga Kota Depok. “Utamakanlah daerah Depok ini, disesuaikan dengan peraturan-peraturan pemerintah.. mana yang baik dan mana yang tidak.. dan agar mematuhi peraturan pemerintah yang sudah ditetapkan oleh pemerintah Kota Depok” himbaunya dengan penuh keseriusan. “Terutama untuk warga Kota Depok yang sudah mempunyai jabatan.. jangan menyalah gunakan hak-hak nya.. Dalam hal apapun dan siapapun yang perlu minta bantuan.., apabila kita bisa membantu.. yah kita bantu.. kalo kita tidak bisa membantu.. yah kita berdoa…” katanya.

Lalu ketika ditanya harapannya untuk keluarga? Haji Kimang berharap agar keluarganya selalu menjadi keluarga yang sakinah mawadah dan akur. “Jangan sampe satu sama lain ada rasa kecemburuan..” ujarnya. “Ada gak ada harus kita bisa bersama-sama.. yang kaya bantu pada yang tidak kaya, yang gak kaya jangan mengeluh pada yang kaya..” tambahnya. “Karena setiap manusia punya cita-cita dan punya rencana dalam hidup mereka masing-masing..” tegasnya. Prinsip kejujuran selalu beliau utarakan dalam melangkahkan kaki kemanapun hidupnya. “Orang jujur kemanapun akan selamat.. orang tidak jujur akan mendapat caci maki..” tegasnya mengakhiri obrolan siang itu. (berlin)

One thought on “Sosok Haji Kimang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *